Ibu Menyusui dan Kanker Payudara

Diposkan oleh Juvida Ellena on Jumat, 20 Juli 2012

Batik Murah
Ibu menyusui dapat mengurangi resiko terkena kanker payudara sebesar 10-15 persen. Demikian hasil penelitian dari para peneliti Indonesia yang diungkapkan pada peresmian Yayasan Kanker Payudara Jawa Barat di Bandung. Ibu menyusui puasa pun tidak masalah asalkan sang ibu yakin mampu menjalankannya dan kondisi bayi tidak terganggu.

Perintah Allah SWT dalam al-Qur’an pada surat al-Baqarah ayat 233 agar kaum ibu menyusui anaknya ternyata memiliki dampak pada kesehatan sang ibu. Kenyataan bahwa banyak ibu yang tidak mau menyusui anaknya, dan lebih memilih susu sehat lain merupakan ancaman berbahaya bagi sang ibu.  
Ibu Menyusui Terhindar dari Kanker Payudara

Ketika masa hamil dan menyusui, muncul hormon progesterone. Hormon ini kemudian meningkat dan melakukan proteksi, sehingga hormon estrogen tidak lagi dominan. Hormon estrogen ini justru yang bisa menjadi peletup munculnya kanker payudara jika tidak disusukan kepada bayi.

Jika sang ibu menyusui setelah melahirkan maka terdapat jangka waktu 27 bulan bagi sang ibu hingga hormon estrogen tidak dominan dalam tubuh. Dikatakan bahwa dalam jangka waktu tersebut resiko ibu terkena kanker payudara berkurang.

Meskipun pupuk kanker berasal dari hormon estrogen, tidak berarti kaum pria terhindar dari resiko kanker payudara. Dalam tubuh pria juga terdapat hormon estrogen meskipun kadarnya tak sebanyak yang terkandung dalam tubuh wanita. Pria juga memiliki kelenjar payudara, hanya saja tidak berkembang sperti kaum perempuan.

Resiko pria terkena kanker payudara adalah sebesar 1 persen. Gejala-gejala yang timbul pada pria yang terkena kanker ini serupa dengan wanita, seperti munculnya benjolan di payudara dan keluar cairan dari puting. Namun umumnya gejala kanker payudara pada pria lebih mudah dikenali dibandingkan dengan wanita.

Itulah tips sehat dan cantik alami tentang ibu menyusui dapat terhindar dari kanker payudara. Ibu Menyusui puasa juga tidak masalah selama sang ibu yakin kuat menjalankannya. Jagalah kesehatan bayi dengan memberi air susu ibu. Bila sang ibu sehat, kenapa harus memberi bayi selain air susu ibu? Ya kan? Ya toh? Selain sehat bagi bayi juga bermanfaat bagi sang ibu sendiri.

Sumber: Majalah Mayara