Abortus :: Missed Abortion Jenis Abortus Berbahaya

Diposkan oleh Juvida Ellena on Kamis, 17 Mei 2012

Batik Murah
Missed abortion merupakan salah satu dari beberapa jenis abortus atau aborsi yang paling berbahaya bagi ibu hamil dan janin. Sebelum membahas macam-macam abortus lebih dulu kita ketahui definisi dari abortus atau aborsi itu sendiri.

Abortus atau aborsi adalah penghentian/pengeluaran kehamilan sebelum janin bisa hidup di luar kandungan yang mengakibatkan kematian pada janin dan umumnya terjadi pada usia 20 minggu waktu kehamilan. Abortus terjadi karena tipisnya endometrium atau dinding rahim bagian dalam sehingga janin tidak dapat menempel dengan baik. Jadi endometrium harus tetap tebal agar janin dapat menempel sempurna dan tidak terjadi abortus atau aborsi.

Tebal dan tipisnya endometrium atau dinding rahim bagian dalam ini dipengaruhi oleh hormon progesteron. Bila hormon progesteron banyak maka endometrium akan tebal. Begitu juga sebaliknya bila hormon progesteron sedikit maka endometrium akan tipis. Jadi hormon progesteron ini berperan penting dalam terjadinya abortus.

Jenis-jenis abortus antara lain abortus spontan adalah penghentian kehamilan yang terjadi secara spontan. Abortus buatan atau di sengaja adalah penghentian kehamilan yang terjadi sebelum janin mencapai waktu normal hidup di luar rahim dengan cara di sengaja karena sang ibu tidak menginginkan/menghendaki kehamilan tersebut. Abortus tidak aman yaitu penghentian kehamilan yang dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman dalam ilmu kehamilan. Abortus terapeutik adalah penghentian kehamilan yang dilakukan atas indikasi tindakan medis.

Tahapan atau macam abortus spontan meliputi :

  1. Abortus Imminens adalah terjadinya perdarahan bercak yang mengancam terhadap kelangsungan kehamilan dan kemungkinan masih dapat berlanjut dan dipertahankan.
  2. Abortus Insipiens merupakan lanjutan dari abortus imminens yaitu meningkatnya rasa nyeri pada ibu hamil yang belum cukup bulan dimana janin masih di dalam rahim. Kehamilan tidak akan berlanjut dan akan berkembang menjadi abortus inkompletus atau abortus kompletus.
  3. Abortus Inkompletus adalah keluarnya sebagian hasil konsepsi sebelum usia kehamilan 20 minggu yang ditandai serviks terbuka dan disertai kontraksi.
  4. Abortus kompletus adalah keluarnya hasil konsepsi dengan lengkap yang ditandai serviks tertutup, kontraksi uterus dan tidak ada sisa jaringan di dalam uterus.
  5. Abortus Habitualis adalah abortus yang terjadi spontan sebanyak tiga kali atau lebih secara berturut-turut. Umumnya ibu tidak sukar hamil namun kehamilannya berakhir sebelum 28 minggu.
  6. Missed Abortion adalah kematian pada janin berusia sebelum 20 minggu yang masih belum dikeluarkan dari rahim selama 7 minggu atau lebih. Kemungkinan disebabkan oleh kurangnya hormon progesteron sehingga dinding rahim bagian dalam tipis. Biasanya juga didahului oleh tanda-tanda abortus imminens yang kemudian menghilang mendadak atau spontan setelah pengobatan.

Di Indonesia abortus atau aborsi sangat dilarang oleh pemerintah karena dapat membahayakan ibu hamil dan janin. Apalagi abortus atau aborsi dilakukan oleh orang yang tidak berpengalaman dalam ilmu kehamilan.

Untuk itu pemerintah memberikan tips sehat atau membuat peraturan untuk melakukan aborsi misalnya aborsi harus dilakukan di rumah sakit atau klinik yang mendapatkan izin, batas umur kehamilan trismester pertama sampai kehamilan 23 minggu dan beberapa persyaratan lainnya yang harus ditaati oleh perempuan yang ingin melakukan aborsi.

Itulah beberapa penjelasan mengenai missed abortion atau jenis penyakit dari abortus yang sangat membahayakan nyawa ibu hamil dan janin. Jika suatu abortus dirasa tidak aman, periksakanlah tanda-tanda infeksi atau perlukaan uterus, usus dan vagina pada dokter kandungan. Mudah-mudahan artikel ini memberikan manfaat. Salam sehat.