Penyakit Epilepsi: Gejala Epilepsi pada Anak

Diposkan oleh Juvida Ellena on Jumat, 13 April 2012

Batik Murah
Penyakit EpiLepsi | GEjala Epilepsi pada ANak. Penyakit epilepsi sering terjadi pada anak. Epilepsi adalah penyakit gangguan kronik pada otak akibat gangguan atau infeksi yang terjadi pada otak sebelumnya. Gangguan bersifat mendadak dan terjadi sesaat. Penyakit epilepsi pada anak ini muncul seperti suatu serangan dan terjadi berulang-ulang yang disebabkan lepas muatan listrik abnormal sel-sel saraf otak yang bersifat reversibel dengan berbagai penyebab. Gejala epilepsi yang timbul secara tiba-tiba dan menghilang secara tiba-tiba pula.

Walaupun jarang sekali dijumpai, penyakit ini sangat tidak asing di kalangan masyarakat karena tidak hanya terjadi pada orang dewasa namun epilepsi pada anak pun sering terjadi. Secara tidak sengaja, mungkin kita pernah menjumpai seseorang tiba-tiba kejang dengan mengeluarkan air liur berbusa dari dalam mulutnya. Tidak sadar untuk beberapa saat kemudian terbangun dan melanjutkan aktifitasnya. Itulah tanda-tanda yang paling sederhana dan mudah dikenal pada orang penyandang epilepsi atau lebih dikenal dengan ayan ataupun sawan.

Epilepsi banyak macamnya, penggolongan penyakit ini berdasarkan gejala yang timbul pada saat serangan. Untuk lebih mengenal secara jelas, secara sederhana epilepsi dibagi dalam dua golongan besar yaitu epilepsi umum dan epilepsi parsial.

Epilepsi umum yaitu :

  1. Petit Mall
Terjadi gangguan kesadaran secara mendadak (absence). Pada jenis penyakit epilepsi ini penderita akan tampak diam tanpa reaksi (bengong) untuk beberapa saat, kemudian melanjutkan aktifitasnya semula setelah sadar.

  1. Grand Mall
Epilepsi jenis ini ditandai dengan kehilangan kesadaran, kemudian terjadi kejang-kejang, keluar air liur yang berbusa dari mulut, sering disertai napas mengorok pada saat serangan.

  1. Mioklonik Juvenil
Kontraksi otot singkat terjadi pada penderita epilepsi ini. Kontraksi terjadi pada satu kelompok otot atau beberapa kelompok otot. Kekuatan kontraksi otot bervariasi dari yang lemah, yang tidak terlihat, sampai yang kuat hingga terjadi sentakan hebat dan dapat mengakibatkan penyandang epilepsi terjatuh atau melontarkan benda-benda yang sedang dipegang.

Epilepsi Persial yaitu :

  1. Sederhana (Tanpa Gangguan Kesadaran)
Umumnya penyandang kejang-kejang dan terkadang terasa kesemutan atau rasa kebal pada satu tempat. Gangguan ini berlangsung beberapa menit sampai hitungan jam.

  1. Kompleks (Disertai Gangguan Kesadaran)
Diawali dengan gangguan parsialis sederhana, penyandang penyakit epilepsi jenis ini seperti bermimpi, daya ingatnya tergangg, halusinasi atau kosong pikiran. Seringkali diikuti oleh otomatisme, misalnya mengulang-ulang ucapan, melamun atau berlari-lari tanpa tujuan.
Serangan Epilepsi dengan Tiba-tiba di Ruang Kelas
Banyak penyebab yang mengakibatkan cedera pada otak dan pada akhirnya memicu terjadinya epilepsi, diantaranya :

-         Trauma yang dapat menyebabkan cedera otak atau pendarahan otak.
-         Infeksi pada otak atau selaput otak yang disebabkan oleh virus atau bakteri.
-         Kejang demam, yang sering terjadi pada anak-anak.
-         Tumor otak.
-         Kelainan pembuluh darah.
-         Keracunan timbal (Pb) atau kamper (kapur barus).
-         Gangguan keseimbangan hormon.
-         Degenerasi otak dan lain sebagainya.
-         Stress ibu yang sedang hamil yang berakibat stress pada anak. Hal ini memungkinkan epilepsi pada anak.

Itulah penjelasan tips sehat tentang pengertian epilepsi, macam-macam dan penyebabnya. Bagi penderita penyakit ini, segeralah periksa kesehatan ke dokter. Yang jelas, gejala penyakit epilepsi pada anak dapat diredam maksimal dengan pengobatan secara rutin dan disiplin. Mudah-mudahan artikel ini memberikan pengetahuan yang sangat penting dan berguna bagi banyak orang. Amin.

Sumber: Majalah Mayara